Transformasi Digital Pertanian: Mahasiswa Informatika ITSK Soepraoen Teliti Peran IoT dalam Ketahanan Pangan Pokok

MALANG – Mahasiswa Program Studi Informatika dari Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW (ITSK Soepraoen) Malang kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi digital. Melalui penelitian terbaru berjudul “Application of Internet of Things in the Field of Staple Food Commodity Agriculture: Literature Review”, tim peneliti yang terdiri dari Khoirunnisa Khofida, M. Syauqi Haris, dan Mochammad Anshori mengeksplorasi bagaimana teknologi masa kini dapat menjawab tantangan sektor agraris. Artikel ilmiah ini telah resmi dipublikasikan pada Jurnal RESTIKOM: Riset Teknik Informatika dan Komputer, Volume 7 Nomor 2 edisi Agustus 2025.

Penelitian ini berangkat dari kebutuhan mendesak akan sistem pertanian yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan di Indonesia guna mendukung ketahanan pangan nasional. Fokus utama studi ini adalah pemanfaatan Internet of Things (IoT) pada komoditas pangan pokok dengan menitikberatkan pada penggunaan sensor tanah, sistem irigasi otomatis, serta integrasi data secara real-time. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), para peneliti menganalisis 44 artikel pilihan dari periode 2019 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IoT mampu memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air, menekan biaya operasional, dan secara langsung meningkatkan produktivitas hasil panen petani.

Kesimpulan utama dari riset ini menegaskan bahwa integrasi teknologi digital tidak hanya memberikan keuntungan teknis, tetapi juga memiliki implikasi positif terhadap aspek sosial dan ekonomi pertanian lokal. Para peneliti merekomendasikan agar temuan ini menjadi referensi penting bagi akademisi, praktisi, hingga pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan pertanian berbasis IoT di masa depan. Sebagai langkah further work atau pengembangan selanjutnya, penelitian ini menyarankan adanya studi lapangan yang lebih spesifik untuk mengidentifikasi hambatan implementasi di berbagai tipologi lahan pertanian yang berbeda di seluruh wilayah Indonesia.

Penerapan teknologi seperti sensor kelembapan tanah dan perangkat irigasi pintar dalam penelitian ini menunjukkan transisi menuju era Pertanian 4.0. Dengan adanya sensor yang mampu mengirimkan data secara langsung ke smartphone petani, pengambilan keputusan terkait pemberian pupuk atau pengairan tidak lagi didasarkan pada perkiraan semata, melainkan pada data akurat. Hal ini menjadi krusial mengingat perubahan iklim yang sering kali membuat pola cuaca menjadi tidak menentu, sehingga presisi dalam pengelolaan lahan menjadi kunci keberhasilan budidaya pangan pokok seperti padi dan jagung.

Secara lebih luas, riset yang dilakukan oleh mahasiswa ITSK Soepraoen ini memperkaya substansi mengenai solusi atas isu kelangkaan sumber daya air dan degradasi kualitas lahan. Dengan membedah tren pengembangan metode yang digunakan dalam lima tahun terakhir, artikel ini memberikan peta jalan bagi para pengembang perangkat lunak untuk menciptakan aplikasi yang lebih ramah pengguna (user-friendly) bagi petani tradisional. Dukungan teknologi ini diharapkan dapat meminimalkan risiko gagal panen yang selama ini menjadi ancaman utama bagi stabilitas harga pangan pokok di pasar domestik.

Keberhasilan publikasi ini juga membuktikan kualitas akademik dan kepekaan mahasiswa Informatika ITSK Soepraoen terhadap isu-isu strategis nasional. Inovasi yang berbasis pada tinjauan literatur yang kuat ini diharapkan dapat memicu riset-riset aplikatif lainnya di lingkungan kampus. Dengan terus mendorong sinergi antara dunia informatika dan sektor pertanian, ITSK Soepraoen optimis dapat mencetak lulusan yang mampu menciptakan solusi digital untuk memajukan kesejahteraan masyarakat luas, khususnya bagi para pahlawan pangan Indonesia.

Pranalar luar:

How to cite:

“Application of Internet of Things in the Field of Staple Food Commodity Agriculture: Literature Review” (2025) Jurnal RESTIKOM : Riset Teknik Informatika dan Komputer, 7(2), pp. 162–175. doi:10.52005/restikom.v7i2.436.