Malang, 12 Januari 2026 – Semangat “pulang kampung” menyelimuti kegiatan pameran pendidikan atau Edufair yang digelar di SMA Negeri 1 Lawang (SMANELA) pada Senin (12/1). Program Studi Sarjana Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW (ITSK Soepraoen) Malang turut hadir memberikan warna berbeda dalam ajang tersebut guna membantu siswa kelas 12 menentukan jurusan dan kampus impian. Tidak sekadar promosi, delegasi ini membawa misi khusus untuk memberikan motivasi kuliah serta mengenalkan potensi karier digital di masa depan kepada para siswa yang tengah berada di persimpangan jalan akademik.

Dalam delegasi kali ini, Prodi Informatika mengirimkan tiga mahasiswa tangguh, di mana dua di antaranya merupakan alumni kebanggaan SMANELA, yaitu Salwa dan Lidia. Kehadiran mereka didampingi oleh Java yang berperan sebagai pendukung teknis serta seorang personel TNI (tentara) yang juga berstatus sebagai mahasiswa aktif di ITSK Soepraoen. Kehadiran sosok tentara yang berkuliah di jurusan IT ini menjadi daya tarik luar biasa, sekaligus memberikan bukti nyata bahwa ITSK Soepraoen adalah kampus inklusif yang memfasilitasi berbagai latar belakang profesi untuk melek teknologi.
Kemeriahan acara dimulai tepat pukul 12.20 WIB dengan sesi parade alumni yang dikemas unik layaknya catwalk. Dalam parade tersebut, delegasi ITSK Soepraoen mendapatkan kehormatan untuk tampil di urutan pertama, berjalan dengan percaya diri memperkenalkan almamater di hadapan ratusan siswa. Persiapan matang telah dilakukan tim sejak hari sebelumnya, termasuk dekorasi stand yang estetik demi menarik minat pengunjung. Stand ITSK Soepraoen bersaing dengan 17 institusi pendidikan lainnya, mulai dari universitas negeri, politeknik, hingga sekolah kedinasan yang memenuhi aula SMANELA.
Konsep interaksi di stand bazar pun dibuat sangat kreatif dengan menghadirkan sistem “Mystery Box”. Mahasiswa Informatika menyiapkan berbagai merchandise menarik seperti kalender, bando, kipas, hingga gantungan kunci bagi siswa yang aktif bertanya dan mengisi daftar hadir. Strategi ini terbukti sangat efektif; antusiasme siswa begitu membludak hingga stok brosur ludes terbagi pada kloter kedua. Salwa menceritakan bahwa konsep pembagian kloter selama 30 menit per kelompok kelas menjadikan suasana stand sangat hidup dan penuh dengan diskusi mengenai prospek kerja di bidang informatika.
Misi utama dari delegasi ini adalah memperkuat branding bahwa ITSK Soepraoen kini telah bertransformasi. Di balik citra kuat sebagai kampus kesehatan militer, terdapat Program Studi Informatika yang mentereng dan mampu berdiri sejajar dengan prodi medis lainnya. Mahasiswa menekankan bahwa eksistensi prodi non-kesehatan di ITSK Soepraoen memiliki keunggulan kompetitif, terutama dalam integrasi teknologi di sektor kesehatan (health-tech). Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa yang ingin mendalami IT namun tetap berada dalam ekosistem kampus yang disiplin dan profesional.
Hingga akhir acara, tercatat sebanyak 60 siswa antusias mengisi daftar hadir dan menyatakan ketertarikannya pada ITSK Soepraoen, baik pada prodi kesehatan maupun informatika. Penutupan acara ditandai dengan penandatanganan surat tugas oleh guru BK SMANELA sebagai bentuk legalitas kegiatan pengabdian alumni tersebut. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan jalinan antara alumni dan sekolah asal semakin kuat, serta semakin banyak lulusan SMANELA yang bergabung menjadi bagian dari talenta digital masa depan di Program Studi Informatika ITSK RS dr. Soepraoen.