3 Dosen Informatika ITSK Soepraoen Masuk 10 Besar Ilmuwan Terbaik AD Scientific Index

Malang, 20 Januari 2026 – Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi Sarjana Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW. Tiga dosen dari program studi ini berhasil menembus jajaran sepuluh besar peneliti terbaik di tingkat institusi berdasarkan data terbaru dari AD Scientific Index 2026. Ketiga dosen tersebut adalah Mochammad Anshori, M.Kom., yang menempati posisi ke-2, M. Syauqi Haris, M.Kom., di posisi ke-4, dan Wahyu Teja Kusuma, M.Kom., yang berada di posisi ke-10. Pencapaian ini menegaskan bahwa kualitas riset dan produktivitas dosen Informatika memiliki pengaruh yang luas di dunia akademik.

AD Scientific Index merupakan sistem pemeringkatan dan analisis yang mengukur kinerja ilmiah serta nilai tambah dari produktivitas ilmiah para ilmuwan secara individu. Penilaian ini didasarkan pada total sitasi, h-index, dan i10-index dari profil Google Scholar para dosen selama beberapa tahun terakhir. Keberhasilan menduduki posisi puncak ini membuktikan bahwa karya tulis, inovasi teknologi, dan publikasi riset yang dihasilkan oleh para dosen Informatika tidak hanya bersifat teoritis, tetapi menjadi rujukan penting bagi peneliti lain di tingkat nasional maupun internasional.

Kehadiran tiga dosen Informatika di jajaran elit ilmuwan kampus ini memberikan dampak kemajuan yang sangat signifikan bagi profil ITSK Soepraoen. Sebagai peneliti (scientist), peran mereka menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan branding akademik institusi. Kontribusi nyata ini secara langsung membantu menaikkan reputasi kampus dalam pemeringkatan universitas global lainnya seperti Webometrics, di mana aspek kualitas riset dan transparansi sitasi menjadi indikator dengan bobot penilaian yang sangat tinggi.

Berdasarkan data grafis performa riset, peningkatan jumlah sitasi yang konsisten menunjukkan bahwa fokus penelitian pada bidang informatika medis, kecerdasan buatan, dan sistem informasi yang dikembangkan prodi ini sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Dedikasi para dosen ini dalam melakukan publikasi secara kontinyu telah menciptakan ekosistem riset yang sehat di Program Studi Informatika. Hal ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk turut aktif terlibat dalam proyek-proyek penelitian dosen yang memiliki dampak sosial dan teknologi nyata.

Melihat kontribusi dan perjuangan luar biasa tersebut, besar harapan agar pihak institusi dapat memberikan apresiasi lebih kepada para dosen Informatika. Dukungan berupa insentif publikasi, fasilitas riset yang lebih memadai, hingga dukungan moral menjadi faktor kunci agar semangat meneliti ini tetap terjaga. Dedikasi yang telah diberikan oleh Bapak Anshori, Bapak Syauqi, dan Bapak Teja bukan hanya sekadar angka di papan peringkat, melainkan investasi jangka panjang bagi kemajuan ITSK Soepraoen menuju kampus berbasis riset yang unggul.

Pencapaian ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa Program Studi Informatika adalah pilar masa depan bagi ITSK Soepraoen. Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat, memiliki “Scientist” berkualitas di dalam prodi merupakan aset yang tak ternilai harganya. Dengan terus didorongnya budaya meneliti, diharapkan posisi dosen Informatika di kancah global semakin meningkat, sekaligus membawa nama kampus kebanggaan ini terbang lebih tinggi di radar pendidikan internasional sebagai pusat inovasi teknologi dan kesehatan yang terpercaya.