Strategi Akreditasi Informatika ITSK Soepraoen: Workshop SPMI

Surabaya, 21 Januari 2026Program Studi Sarjana Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW Malang terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif dalam kegiatan strategis. Pada Rabu (21/1), delegasi kampus menghadiri Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) bertajuk “Best practice keselarasan implementasi SPMI dengan Instrumen Akreditasi LAM INFOKOM 2.1”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 6 Gedung R.Ing Soekondjono, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya ini, menjadi wadah penting bagi para pengelola program studi untuk menyinkronkan standar mutu internal dengan standar akreditasi nasional terbaru.

Dalam agenda besar yang diinisiasi oleh Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) ini, ITSK Soepraoen mendelegasikan lima peserta terpilih. Dua di antaranya merupakan pilar utama dari Program Studi Informatika, yaitu Ibu Risqy Siwi Pradini, S.S.T., M.Kom., dan Ibu Nazaria Nevayanti, S.S. Kehadiran mereka merupakan instruksi langsung dari institusi untuk memastikan bahwa setiap elemen dalam program studi memiliki pemahaman yang tajam mengenai dinamika instrumen akreditasi terbaru, mengingat tantangan dunia pendidikan teknologi informasi yang semakin dinamis.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber bereputasi nasional yang juga merupakan asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komputer (LAM INFOKOM), yaitu Prof. DR. IR. Novirina Hendrasarie, M.T., dan DR. I Gede Susrama, M.D. Keduanya mengupas tuntas mengenai teknis pengisian instrumen akreditasi versi 2.1 serta bagaimana membangun ekosistem SPMI yang berkelanjutan. Materi yang disampaikan dinilai sangat insightful karena tidak hanya berkutat pada teori, tetapi juga memberikan solusi atas kendala-kendala administratif yang sering dihadapi oleh pengelola program studi di lapangan.

Bagi Program Studi Informatika ITSK Soepraoen, partisipasi dalam workshop ini merupakan langkah strategis yang sangat krusial. Pasalnya, pada tahun depan, prodi dijadwalkan akan mulai mengisi dan menyiapkan borang akreditasi. Dengan paparan langsung mengenai instrumen LAM INFOKOM 2.1 lebih awal, tim akreditasi prodi dapat melakukan pemetaan data dan pengumpulan bukti fisik secara lebih sistematis dan terukur. Manfaat ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan dalam penyusunan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED).

Selain pengayaan materi teknis, kegiatan ini memberikan nilai tambah berupa perluasan jejaring (networking). Mahasiswa dan pengelola prodi Informatika mendapatkan kesempatan untuk berbagi best practice mengenai mutu akademik dengan perguruan tinggi lainnya di lingkup Jawa Timur. Relasi antar-perguruan tinggi Informatika ini menjadi modal sosial yang kuat bagi ITSK Soepraoen untuk menjajaki kolaborasi di masa depan, baik dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, maupun implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.30 WIB ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang produktif. Hasil dari workshop ini akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi internal di lingkungan Program Studi Informatika ITSK Soepraoen guna menyamakan persepsi seluruh dosen dan staf. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai keselarasan SPMI dan instrumen LAM INFOKOM, institusi optimis dapat meraih predikat akreditasi terbaik demi menjamin kualitas lulusan Informatika yang kompetitif di era transformasi digital.