Malang, 27 Januari 2026 – Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW (ITSK Soepraoen) mengawali tahun 2026 dengan torehan prestasi yang membanggakan di kancah internasional. Berdasarkan rilis terbaru dari Webometrics Ranking of World Universities, ITSK Soepraoen berhasil menunjukkan eksistensi digitalnya dengan menempati posisi 979 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah baru bagi institusi, mengingat persaingan antar-perguruan tinggi dalam penguatan literasi digital dan publikasi ilmiah semakin ketat di awal tahun ini.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari lonjakan performa yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, ITSK Soepraoen tercatat masih berada di kisaran posisi 6322 dan 7473 pada peringkat dunia (world rank). Tren positif tersebut sempat mengalami tantangan saat berada di posisi stack 7733 dunia pada tahun 2025. Namun, melalui pembenahan infrastruktur informasi dan penguatan riset, ITSK Soepraoen sukses melakukan lompatan besar di awal 2026 dengan menduduki World Rank 4760.

Secara mendetail, penilaian Webometrics tahun ini menempatkan ITSK Soepraoen pada posisi yang kompetitif di setiap komponen penilaian. Institusi ini meraih Impact Rank pada posisi 7466, yang mencerminkan kekuatan visibilitas institusi di mata dunia. Sementara itu, untuk kategori keterbukaan informasi, kampus ini menduduki Openness Rank 5715, dan untuk kualitas luaran riset yang diakui secara global, ITSK Soepraoen mencatatkan Excellence Rank 23661. Angka-angka ini menjadi indikator bahwa sistem akademik yang dijalankan mulai berdampak luas secara digital.
Scoring pada Webometrics sendiri didasarkan pada tiga komponen utama yang memiliki bobot berbeda. Komponen terbesar adalah Visibility (50%) yang diukur berdasarkan jumlah domain luar yang merujuk ke situs resmi kampus. Disusul oleh komponen Excellence (40%) yang menilai kualitas artikel ilmiah mahasiswa dan dosen yang masuk dalam jajaran 10% tulisan yang paling banyak dikutip pada database Scopus/Scimago periode 2019–2023. Terakhir adalah komponen Transparency (10%) yang melihat jumlah sitasi dari 310 peneliti teratas kampus melalui profil Google Scholar.
Salah satu motor penggerak utama di balik lonjakan peringkat ini adalah kontribusi masif dan progresif dari Program Studi Informatika ITSK Soepraoen. Melalui pergerakan yang sangat progresif, Prodi Informatika secara konsisten memproduksi konten kreatif di media sosial dan rutin merilis berita berkualitas pada website resmi prodi. Aktivitas digital ini secara langsung menghasilkan banyak backlink berkualitas menuju domain utama ITSK Soepraoen, yang berdampak sangat besar pada peningkatan skor Visibility atau dampak eksternal website di mata mesin pencari seperti Ahrefs.
Tidak hanya dari sisi publikasi konten, Prodi Informatika juga menyumbangkan poin besar pada aspek akademik melalui karya penelitian dan publikasi ilmiah yang memukau. Banyaknya sitasi dari karya ilmiah dosen dan mahasiswa Informatika pada jurnal-jurnal bereputasi telah mendongkrak skor Transparency dan Excellence kampus. Hal ini menunjukkan bahwa peran Informatika di kampus yang identik dengan kesehatan ini bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar strategis dalam meningkatkan marwah akademik institusi di level global.
Keberhasilan menembus peringkat 1000 besar di Indonesia ini menjadi motivasi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi. Sinergi antara tim teknologi informasi, pengelola website, dan para peneliti terbukti mampu membawa nama ITSK Soepraoen bersaing dengan ribuan perguruan tinggi lainnya. Peningkatan ini juga mencerminkan keterbukaan informasi publik dan kemudahan akses data riset yang disediakan oleh kampus bagi masyarakat luas, sesuai dengan prinsip openness yang dijunjung tinggi oleh Webometrics