MALANG, 10 April 2026 – Dalam upaya memperkuat tata kelola laboratorium berbasis teknologi masa depan, tenaga kependidikan (tendik) dari Program Studi Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW, Moh. Ali Makhrus, S.Kom., sukses melaksanakan kegiatan Workshop dan Benchmarking “Tendik Berdampak”. Kegiatan prestisius ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 6 hingga 10 April 2026, bertempat di salah satu kampus terbaik nasional, Institut Pertanian Bogor (IPB University). Partisipasi ini menjadi sangat istimewa karena Ali Makhrus merupakan satu-satunya perwakilan yang terpilih dari seluruh unit di ITSK RS dr. Soepraoen untuk mengikuti program strategis tersebut.

Program “Tendik Berdampak” ini dirancang sebagai langkah responsif di bawah lingkungan KEMDIKTISAINTEK untuk memperkuat kompetensi teknis, sosio-kultural, dan profesional tenaga kependidikan di perguruan tinggi. Melalui agenda ini, para peserta dipersiapkan agar mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi yang disruptif. Fokus utama dari workshop dan benchmarking ini adalah peningkatan kompetensi manajerial serta adaptasi teknologi mutakhir, sehingga layanan di tingkat fakultas dan program studi dapat berjalan lebih efisien dan modern.
Kegiatan ini melibatkan berbagai aktor utama dari berbagai bidang profesi tenaga kependidikan, di antaranya:
- Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP): Fokus pada standarisasi dan optimalisasi fasilitas riset.
- Pranata Humas: Terkait manajemen informasi dan publikasi layanan kampus.
- Analis Kebijakan: Memastikan prosedur operasional sesuai dengan regulasi terbaru pendidikan tinggi.
Tujuan akhir dari kolaborasi lintas profesi ini adalah menciptakan layanan kampus yang lebih cepat, responsif, dan berkualitas bagi masyarakat luas. Dengan standar kompetensi yang tinggi, tendik diharapkan dapat menjadi tulang punggung institusi dalam mendukung kesuksesan tridarma perguruan tinggi. Bagi Program Studi Informatika, kehadiran laboran yang tersertifikasi secara kompetensi nasional akan sangat berdampak pada kualitas praktikum mahasiswa dan validitas hasil riset di laboratorium komputer.
Sekembalinya dari IPB, Moh. Ali Makhrus menyampaikan testimoni yang sangat positif mengenai pengalamannya. Ia mengungkapkan bahwa banyak sekali insight baru yang diperoleh selama sesi di laboratorium IPB, terutama mengenai standarisasi laboratorium berskala internasional dan manajemen sumber daya manusia di laboratorium. “Saya mendapatkan perspektif baru mengenai jenjang karier tendik serta yang paling krusial adalah implementasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk manajemen lab yang lebih cerdas dan terintegrasi,” tuturnya.
Keberhasilan partisipasi ini menjadi bukti nyata komitmen ITSK Soepraoen dalam mendukung pengembangan SDM yang berkelanjutan. Harapannya, ilmu yang didapatkan dari IPB dapat segera diimplementasikan di Laboratorium Komputer Informatika ITSK Soepraoen, sehingga mahasiswa dapat menikmati fasilitas yang dikelola secara profesional dengan standar nasional yang unggul. Inisiatif ini diproyeksikan akan membawa Program Studi Informatika menjadi pionir dalam manajemen laboratorium digital yang berdampak luas bagi kemajuan bangsa.