MALANG, 6 Mei 2026 – Program Studi Sarjana Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW kembali mempertegas komitmennya dalam menghadirkan standar pendidikan global melalui gelaran Kuliah Tamu Internasional 2026 Jilid 3 (2026 #3). Mengusung tajuk “Skill Development dalam Mengembangkan Virtual Reality”, acara yang digelar secara daring pada Rabu (6/5) ini membedah transformasi realitas digital dan prospek pengembangannya yang berorientasi pada pengalaman pengguna (User Experience). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Bapak Muchlish Effendy, S.Pd., S.Kes., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya mahasiswa menguasai teknologi imersif sebagai instrumen inovasi di masa depan.
Narasumber utama dalam kuliah tamu ini adalah Mochammad Hannats Hanafi Ichsan, S.ST., M.T., seorang peneliti dan PhD Candidate dari University of Pannonia, Hungaria. Diskusi berlangsung dinamis di bawah panduan moderator Wahyu Teja Kusuma, S.Kom., M.Kom., dosen Informatika ITSK Soepraoen yang memiliki kepakaran mendalam di bidang multimedia dan game development. Kolaborasi antara akademisi mancanegara dan pakar lokal ini bertujuan untuk memberikan perspektif komprehensif mengenai bagaimana membangun karier dan keahlian di industri Virtual Reality (VR) yang kian ekspansif.
Berdasarkan paparan narasumber, pengembangan VR saat ini bukan sekadar tentang kemajuan perangkat keras, melainkan tentang bagaimana menciptakan interaksi digital yang terasa nyata bagi pengguna. Beberapa poin kunci yang dirangkum dari jalannya kegiatan meliputi:
- Transformasi Perangkat: Evolusi dari layar konvensional menuju lingkungan 360 derajat yang imersif.
- User-Centered Design: Pentingnya aspek ergonomi digital dan kenyamanan visual untuk meminimalisir efek samping penggunaan VR.
- Multidisiplin Ilmu: Pengembangan VR membutuhkan sinergi antara pemrograman komputer, desain grafis, hingga pemahaman psikologi persepsi.
Hannats juga menekankan bahwa prospek pengembangan VR saat ini telah merambah ke berbagai sektor kritikal, mulai dari simulasi prosedur medis, pelatihan industri berisiko tinggi, hingga edukasi berbasis pengalaman. Bagi mahasiswa Informatika, hal ini merupakan peluang besar untuk melakukan riset dan pengembangan perangkat lunak yang solutif. Penguasaan engine seperti Unity atau Unreal Engine, digabung dengan pemahaman alur kerja digital yang tepat, menjadi modal utama untuk bersaing di pasar tenaga kerja internasional.
Penyelenggaraan kuliah tamu ini merupakan bagian dari janji akademik Program Studi Informatika untuk mengadakan minimal delapan kali pertemuan dengan pakar nasional maupun internasional dalam satu tahun ajaran. Dengan konsistensi menghadirkan praktisi dan akademisi luar negeri, prodi berupaya menjembatani kesenjangan pengetahuan serta memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi atau berkarir di luar negeri. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan teknis terkait implementasi VR dalam proyek mandiri mahasiswa yang diajukan selama sesi tanya jawab.
Bagi civitas academica maupun masyarakat umum yang terlewat mengikuti sesi live di Zoom, panitia telah menyediakan dokumentasi lengkap yang dapat diakses kembali. Rekaman jalannya kuliah tamu internasional ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi pada tautan https://youtu.be/dwMdgTGSBKs. Dengan berakhirnya jilid ketiga ini, Informatika ITSK Soepraoen bersiap menuju seri kuliah tamu berikutnya dengan topik yang tak kalah mutakhir demi mewujudkan visi sebagai pusat keunggulan teknologi digital.
