Kejar Peringkat Dunia, ITSK Soepraoen Ikuti Workshop QS WUR & UI GreenMetric di Yogyakarta

YOGYAKARTA, 12 Mei 2026 – Dalam upaya memperkuat rekognisi internasional, delegasi Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW yang diwakili oleh dosen Informatika, Mochammad Anshori, M.Kom., serta Kepala LPPM, Wahyu Teja Kusuma, M.Kom., menghadiri workshop prestisius bertajuk “World Class University Workshop: Enhancing University Rankings: QS and UI GreenMetric”. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (12/5) di Kantor Pusat Relawan Jurnal Indonesia (RJI), Bantul, Yogyakarta. Workshop ini menjadi langkah strategis institusi untuk memahami mekanisme pemeringkatan universitas kelas dunia guna meningkatkan daya saing global.

Acara ini menghadirkan dua pakar reputasi universitas internasional sebagai narasumber utama. Materi pertama disampaikan oleh Andri Pranolo, Ph.D., selaku Kepala Bidang Reputasi dan Perangkingan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang membedah teknis pemeringkatan QS World University Rankings. Sementara itu, narasumber kedua, Bobur Sobirov, Ph.D., yang menjabat sebagai Penasihat Rektor Bidang Ranking dari Samarkand Branch of Tashkent State University of Economics, Uzbekistan, memberikan perspektif mendalam mengenai strategi keberlanjutan kampus melalui UI GreenMetric dan diplomasi akademik internasional.

Partisipasi dalam workshop ini memberikan insight krusial mengenai manfaat strategis dari pemeringkatan universitas. Dengan memiliki peringkat yang mentereng di skala dunia, perguruan tinggi akan mendapatkan berbagai keuntungan kompetitif, di antaranya:

  • Peningkatan Animo Mahasiswa: Memperkuat kepercayaan masyarakat dan daya tarik bagi calon mahasiswa baru.
  • Hibah dan Kerjasama Internasional: Membuka peluang perolehan dana riset dan kemitraan strategis dengan institusi global.
  • Reputasi Akademik: Memudahkan dosen dalam berkontribusi sebagai editor atau reviewer jurnal internasional.
  • Kolaborasi Global: Memperluas jalur pertukaran pelajar dan riset kolaboratif lintas negara.

Salah satu poin penting yang ditekankan adalah urgensi publikasi ilmiah berbasis Scopus secara progresif. Delegasi mendapatkan pemahaman bahwa bobot terbesar dalam penilaian QS WUR terletak pada kuantitas publikasi dan jumlah sitasi artikel di Scopus. Oleh karena itu, tugas besar bagi institusi saat ini adalah mendorong para dosen untuk melakukan riset berkualitas tinggi yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi global melalui prosedur yang benar agar dapat terdeteksi oleh mesin pemeringkat dunia secara optimal.

Lebih lanjut, workshop ini merumuskan bahwa jika perguruan tinggi menargetkan predikat “Unggul ASEAN”, maka instansi wajib menyusun roadmap yang jelas dengan mengacu pada indikator QS WUR dan UI GreenMetric sebagai dasar pengukuran kinerja. Dengan menetapkan indikator ketercapaian yang terukur, ITSK Soepraoen dapat melakukan monitoring secara berkala terhadap aspek keberlanjutan lingkungan kampus serta performa akademik yang sesuai dengan standar kawasan Asia Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung intensif ini juga memberikan keuntungan berupa jalinan relasi langsung dengan berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang hadir sebagai peserta. Selain itu, momentum ini dimanfaatkan oleh delegasi ITSK Soepraoen untuk membuka jalur kerjasama internasional dengan institusi dari Uzbekistan. Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pembuka pintu bagi Program Studi Informatika dan institusi secara umum untuk bertransformasi menuju universitas berkelas dunia yang memiliki dampak nyata bagi masyarakat luas dan bangsa.