Inovasi “NeuroGuard” Laboran ITSK Soepraoen Lolos Hibah KILAB 2026 Kemdiktisaintek

MALANG, 19 Agustus 2026 – Laboratorium Riset Program Studi S1 Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW (ITSK Soepraoen) menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Karya Inovasi Laboran (KILAB) Tahun 2026 pada pukul 09.00 hingga 11.00 WIB. KILAB merupakan program hibah pendanaan prestisius dari Direktorat Sumber Daya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia yang memfasilitasi Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP), teknisi, serta laboran perguruan tinggi untuk menciptakan inovasi guna meningkatkan mutu layanan laboratorium. Dari total 400 pendaftar se-Indonesia, hanya 170 peserta yang lolos seleksi administrasi, dan 59 peserta terbaik berhasil memenangkan hibah—termasuk Moh. Ali Makhrus, S.Kom., laboran komputer Informatika ITSK Soepraoen.

Dalam pelaksanaan monev ini, Kemdiktisaintek menugaskan tim penilai independen yang terdiri dari tiga penilai, di antaranya Prof. Suseno Amin (Guru Besar Universitas Padjadjaran) dan Rangga Dwie Putra. Kehadiran tim monev disambut hangat oleh jajaran pimpinan tertinggi kampus, meliputi Rektor ITSK Soepraoen, Wakil Rektor 1, Wakil Rektor 2, dan Wakil Rektor 3, serta segenap civitas akademika Prodi Informatika mulai dari Ketua Program Studi, Sekretaris Program Studi, staf administrasi, hingga jajaran dosen. Dukungan penuh dari pimpinan rektorat ini menegaskan komitmen institusi dalam mengapresiasi karya inovasi tenaga kependidikan.

Inovasi yang berhasil meraih pendanaan KILAB ini diberi nama “NeuroGuard: Sistem Monitoring Stres Mahasiswa Berbasis Machine Learning & IoT”. Inovasi ini digagas oleh Moh. Ali Makhrus, S.Kom., bersama rekannya Faisal Ahmad Cayadi yang merupakan laboran dari Laboratorium Keperawatan ITSK Soepraoen. NeuroGuard hadir sebagai solusi kesehatan mental berbasis teknologi terpadu dengan arsitektur sistem sebagai berikut:

  • Perangkat IoT & Sensorik: Mengukur indikator fisiologis tingkat stres pengguna secara akurat.
  • Algoritma Machine Learning: Menganalisis pola data biologis untuk mengklasifikasikan tingkat stres secara presisi.
  • Dashboard Monitoring Real-Time: Menampilkan visualisasi kondisi mental mahasiswa secara langsung untuk pemantauan cepat.
  • Casing Cetak 3D (3D Printing): Dirancang khusus menggunakan printer 3D untuk menghasilkan casing perangkat yang ringkas, kokoh, dan bernilai estetika tinggi.

Pada sesi utama monev, Moh. Ali Makhrus, S.Kom., memaparkan perjalanan panjang pengembangan NeuroGuard, mulai dari tahap perancangan prototype sederhana hingga berhasil dieksekusi menjadi produk fisik yang siap pakai. Agenda dilanjutkan dengan demonstrasi alat secara langsung di hadapan para penguji untuk memperlihatkan keandalan respons sensor dan keakuratan analisis dashboard. Sesi tanya jawab yang interaktif juga memberikan ruang bagi tim penilai untuk memberikan kritik membangun serta masukan strategis demi penyempurnaan fitur sistem ke depan.

Tim evaluator Kemdiktisaintek memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas disiplin antara laboran komputer dan laboran keperawatan di ITSK Soepraoen dalam melahirkan inovasi yang relevan bagi dunia pendidikan. Keberhasilan pelaksanaan monev KILAB 2026 ini diharapkan menjadi pematik semangat bagi seluruh tenaga kependidikan di lingkungan ITSK Soepraoen untuk terus berkarya, melakukan riset terapan, dan menghadirkan teknologi tepat guna yang berdampak langsung bagi peningkatan mutu pelayanan laboratorium dan kesejahteraan mahasiswa.