PkM Informatika ITSK Soepraoen: Digitalisasi Koperasi Pertanian CooSAE Lewat Aplikasi Web

BATU, 15 Juli 2026 – Sebagai wujud nyata pelaksanaan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program Studi S1 Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW (ITSK Soepraoen) sukses menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Agenda ini mengusung tema “Pembuatan aplikasi manajemen kerja dan aktivitas untuk meningkatkan efisiensi operasional pada Koperasi Multi Pihak Smart Agriculture Ecosystem (CooSAE)”. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara luring pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Batu.

Mitra strategis yang digaet dalam program PkM ini adalah CooSAE (Cooperative Smart Agriculture Ecosystem). CooSAE merupakan sebuah Koperasi Multi Pihak (KMP) yang berfokus membangun ekosistem pertanian cerdas dan berkelanjutan. Koperasi ini menyatukan berbagai pelaku utama dalam rantai nilai pertanian—mulai dari petani, pengolah hasil bumi, pemasar, hingga pembeli—ke dalam satu ekosistem yang terintegrasi berdasarkan nilai inovasi teknologi, transparansi, pemberdayaan, serta partisipasi aktif. Guna mempermudah pelayanan dan manajemen internal organisasi, tim PkM Informatika merancang sebuah sistem terintegrasi yang terdiri dari tiga aplikasi web berbasis real-time.

Aplikasi pertama dikembangkan oleh M. Syauqi Haris, M.Kom., yang fokus pada pembuatan platform digital Finance (keuangan). Aplikasi ini dirancang khusus untuk mempermudah bendahara CooSAE dalam mengelola serta memonitor sirkulasi keuangan organisasi secara transparan. Di dalam sistem ini, terdapat dashboard interaktif yang menampilkan data deposito, saldo terkini, serta berbagai komponen akuntansi (accounting) lainnya, sehingga meminimalisir risiko kesalahan pencatatan manual.

Selanjutnya, aplikasi kedua dikembangkan oleh Mochammad Anshori, M.Kom., yang menciptakan aplikasi manajemen tugas (task management) berbasis alur kerja (todo list) terstruktur. Sistem kerja aplikasi ini diatur dengan alur (flow) yang sistematis, meliputi:

  • Pimpinan atau stakeholder terkait (seperti sekretaris dan bendahara) memberikan penugasan (task) kepada karyawan (employee).
  • Karyawan menerima notifikasi tugas, menyetujuinya, lalu mulai mengeksekusi pekerjaan tersebut.
  • Karyawan wajib memberikan laporan berkala mengenai progres kerja langsung di dalam sistem ke pimpinan di atasnya.
  • Proses ini beriterasi secara transparan hingga pimpinan memberikan persetujuan akhir (approval) dan status pekerjaan dinyatakan selesai.
  • Sistem secara otomatis menyimpan riwayat (record/history todo) dari setiap pengguna untuk kebutuhan evaluasi kinerja.

Sementara itu, aplikasi ketiga diselesaikan oleh Risqy Siwi Pradini, S.S.T., M.Kom., yang membangun sistem informasi Customer Journey. Aplikasi ini menerapkan konsep Customer Relationship Management (CRM) yang adaptif untuk kebutuhan koperasi. Fungsi utamanya adalah membantu tim pemasaran CooSAE untuk selalu melakukan follow-up dan memantau prospek calon pelanggan secara berkala, hingga mereka terkonversi menjadi pelanggan tetap yang loyal dalam ekosistem pertanian tersebut.

Seluruh ekosistem perangkat lunak yang diserahkan oleh tim dosen Informatika ITSK Soepraoen ini dibangun dalam bentuk aplikasi berbasis website (web-based). Pemilihan platform web ini menjamin fleksibilitas tinggi, di mana seluruh pengurus dan anggota koperasi dapat mengakses sistem dengan mudah dari mana saja dan kapan saja, asalkan perangkat mereka terhubung dengan jaringan internet. Melalui implementasi teknologi real-time ini, efisiensi operasional Koperasi Multi Pihak CooSAE diharapkan dapat meningkat pesat dan mampu menjadi pelopor digitalisasi pertanian berkelanjutan di Indonesia.