BATU, 16 Juli 2026 – Dalam upaya nyata menjalankan pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen Program Studi S1 Informatika Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW (ITSK Soepraoen) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Agenda pengabdian ini bertempat di Kantor Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Batu pada Rabu, 15 Juli 2026. Fokus utama dari kegiatan ini adalah memodernisasi sistem kerja pada Koperasi Multi Pihak Smart Agriculture Ecosystem (CooSAE) melalui inovasi perangkat lunak guna meningkatkan efisiensi operasional organisasi.

Dalam proyek kolaboratif ini, Kepala Program Studi Informatika ITSK Soepraoen, M. Syauqi Haris, M.Kom., mengambil peran krusial dengan merancang dan mengembangkan sebuah aplikasi Finance (keuangan) khusus. Koperasi CooSAE sendiri merupakan lembaga yang menyatukan seluruh pelaku rantai nilai pertanian—mulai dari petani hingga pembeli—ke dalam satu ekosistem digital. Oleh karena itu, kehadiran sistem pencatatan keuangan yang transparan dan akurat menjadi hal yang sangat vital untuk mengelola perputaran modal di dalamnya.
Aplikasi keuangan yang digagas oleh M. Syauqi Haris ini didesain secara spesifik untuk mempermudah tugas bendahara CooSAE dalam mengelola sirkulasi kas operasional. Di dalam sistem ini, ia menyematkan berbagai fitur akuntansi modern yang mudah dipahami, antara lain:
- Dashboard Deposito: Menampilkan grafik dan data simpanan berjangka dari para anggota secara terstruktur.
- Informasi Saldo Terkini: Menyajikan data kas riil yang tersedia di dalam ekosistem koperasi.
- Komponen Accounting Terintegrasi: Menyediakan modul pencatatan debit, kredit, dan laporan arus kas otomatis untuk meminimalisir kesalahan manual (human error).
Seluruh sistem keuangan ini dibangun dalam bentuk aplikasi berbasis website (web-based) yang berjalan secara real-time. Pilihan platform ini sengaja diambil oleh M. Syauqi Haris untuk menjamin fleksibilitas akses yang tinggi. Pengurus koperasi kini dapat memonitor dan melakukan pembaruan data keuangan dari mana saja dan kapan saja, cukup dengan menggunakan perangkat yang terhubung ke jaringan internet.
Melalui penyerahan aplikasi keuangan ini, M. Syauqi Haris berharap CooSAE dapat memiliki sistem pemantauan finansial (finance monitoring) yang jauh lebih sehat dan akuntabel. Integrasi teknologi ini diharapkan mampu memperkuat fondasi bisnis koperasi, sehingga tata kelola pertanian cerdas dan berkelanjutan yang diusung oleh CooSAE dapat berjalan secara optimal serta membawa dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi para petani mitra.